Jalan jalan Ke SMAN 8 Pekanbaru dan SMAN Plus Riau

Jalan Jalan FUN dan ENJOY:
Comparative Visit of  English Club SMAN 3 Batusangkar to Excellent School in Pekanbaru
Departure:
               Tanggal 19 sampai 22 Mei (Kamis sampai Minggu ) adalah saat yang ditunggu. Buat apa ? Siswa kelas X SMAN 3 Batusangkar atas nama English club telah membuat rencana untuk melakukan studi banding. Kata Mr Ai (Arjus Putra) bahwa ternyata Pekanbaru memiliki SMA yang sangat berkualitas, yaitu SMA Negeri 8 Pekanbaru dan SMA Negeri Plus Riau di Pekanbaru. 
Mr Ai sebagai tour leader jauh jauh hari sudah merencanakan dan mempersiapkan segala sesuatu. Ia sudah mengurus segala sesuatu mulai dari hal hal kecil sampai ke pada hal-hal yang lebih gede. Ia sudah menyiapkan hadiah atau cendera mata buat sekolah tamu, sampai mengurus akomodasi kami di sana. 
Saya (Joe) juga ikut bagian atas nama juri dari English drama performance. Pasti tiap yang mau berangkat sudah menyiapkan akomodasi untuk keperluan diri. “Wah buat apa harus membawa travelling bag yang gede, di sana kan Cuma beberapa hari dan pecan baru suhunya panas. Maka saya memilih palkain buat tiga hati, keperluan harian dan mandi. Saya juga membawa beberapa biji bacaan (Majalah dan buku pencerahan) buat dibaca di sela-sela waktu selama di Pekanbaru.
Kami harus berkumpul di depan Indo Jolito. Kamis itu saya saya tiba di pasar jam 6 sore. Saya numpang sholat (untuk sholat jamak Magrib dan Isya) di Q-net. Buat beberapa menit menunggu jam 8.00, saya browsing di internet, mengedit you tube, blogger saya, membalas email dan face book. Saya Cuma menyandang sebuah tas punggung, sengaja tidak makan dan tidak minum banyak. Khawatir kalau saya butuh toilet di tengah jalan, kan bisa barabe.
Jam 8 malam anak-anak sudah berkumpul di depan Indo Jolito, diantarin oleh papa dan mama mereka. Ya lumayan ramai dan juga terjadi saling silaturrahmi. Kami masih menunggu satu bus lagi. Kami butuh tiga bus untuk tiga kelasw, X.1, X.2, dan X.3. Sambil menunggu bus anak anak menggunakan saat indah untuk jepret-jeprat lewat HP, Kamera digital atau kamera pinjam ala paparazzi (Kamera untuk melihat focus yang lebih jauh).
Akhirnya bus datang dan Mr Ai member pengarahan. Guru guru yang ikut juga saling bersilaturrahmi dengan orang tua dan juga berbagi tebar pesona- ada Pak Yal, Pak Datuk, Sense Ayu, Bu Yani, dan Mr Joe. Akhirnya bus berangkat menuju Payakumbuh. Anak-anak berbagi kegembiraan. Pak Supir ngerti sekali, ia mematikan Stereo bus dan anak anak menyanyikan tembang tembang heroic sampai kepada tembang-tembang cintang. Maklum usia remaja kan usia narsis- usia memuja dan merindu.
Dalam perjalanan ada dua kali bus berhenti dan berhenti memang sengaja agak lama. Kalau dihitung jarak Batusangkar dan pecan baru hanya 220 Km dan kalau berjalan normal kami bisa sampai 5 jam dan tentu akan tiba di sana pukul 3.00 dini hari, wah di mana mau istirahat. Itu;lah kami sedikit berlama lama pada dua restoran. Di sana bisa beli snack, beli pop mie, atau antrian ke toilet karena sebelumnya beberapa siswa sudah ada yang menghabiskan banyak soft drink dan ampas biologinya tentu harus dibuang ke toilet. Perhentuian pertama di restoran milik Sederhana di daerah Ketinggian Tanjung Pati, 13 KM dari Payakumbuh, dan perhentian ke dua di Simpang Rangkiang ya sudah masuk wilayah provinsdi Riau. “Ayo….semua masuk, dan mobil harus berangkat….coba hitung temannya, ada yang tinggal…?”
Arrive in Pekanbaru:
Pas waktu subuh bus masuk ke kota Pakan Baru. Tentu saja kami harus menjangkau mesjid buat sholat subuh. Kami sholat dan istirahat sejenak di mesjid Arrahman Kota Pekanbaru. Mesjidnya cukup megah. Pada dinding depanterdapat running text dengan tulisan “selamat beribadah di masjid arrahman pekanbaru”. Sebelum kami datang, jemaah sedang sholat subuh namunh kami bisa bergabung karena imam membaca bacaan yang panjang yaitu surat sajjadah pada subuh jum’at itu. Mesjid bagus namun jamaah cukup sepi, masing masing kurang satu saf. Penyebabnya karena rumah penduduk jauh dari sana.
Usai sholat subuh kami menikmati suasana damai dalam mesjid. Saya mengambil moment untuk berfoto dengan Pak datuk dan Arief Rizaldi juga bergandu. Sambil bercanda berkata “Pak datuk ariefr berfoto bareng mr Joe untuk memanfaatkan kengetopan Mr Joe”. “Mr joe malah yang memanfaatkan ke-ngetopan Anak Indonesia…”, kata Pak Datuk Edi Maizul.
Beberapa menit setelah itu, kami sampai di Hotel Nilam milik SMK negeri 3, Pekanbaru (SMK Parawisata) yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo. Tour leade, MR Ai, kemali member pengarahan dan juga tentang some do-s dan some don’t-s (beberapa suruhan dan beberapa larangan). Saya mencuri waktu untuk napping (tidur sekejap). Ya bangun dan mandi kemudian mencari makanan di cafe depan hotel. Nasi gorengnya biasa biasa saja dan harga dua kali lipat nasi goring lezat di Batusangkar. Nah bagi yang punya naluri bisnis bisa buka usaha kuliner di kota Bertuah ini.
Pak datuk sedang menyelesaikan sarapannya, Pak Yal masih tidur bergelung di kamar, damn mr Ai udah membuka acara penampilan drama. Saya dan pak datuk jadi dewan juri dan mr Ai juga. Ada tiga drama yang musti kami amati kualitas penampilan tokohnya, ide cerita, kekompakan dan nilai menghiburnya. Ada drama “Cinderella, school deterctive dan summer breeze”. Si Mercusi membacanya “Sammer Braiz….”
Drama performance diskors karena hari jum’ata maka kami harus makan siang dan sholat Jumat. Anak perempuan tentu boleh otak astik HP di kamar. Kami sholat Jumat di Masjid Mukhlisin. “Mr…mesjid di sini megah megah ya..”, kata Hidayat Beetoven. Sepatu sepatu bagus berjejer di tangga luar dan tidak ada penitipan dan kemungkin sepatu sepatu tidak akan hilang. Mesjidnya bagus dan jaman- ventilasi banyak, kipas angin banyak dan sound system cukup sempurna. Dalam imej saya bahwa Pakanbaru sedikit sekuler dan dalam kenyataan Susana malayu dan islam lebih terasa. Di kota ini nama-nama jalan, instansi memakai huruf arab melayu di bawah nama aslinya.
Usai sholat saya juga berfoto buat sweet memory dan kami kembali ke hotel. Kami mencuri waktu buat tidur buat sesaat, rencananya jam 2 siang English performance akan diteruska. Dalam kenyataan tidur siang saya jadi lebih lama dan pak datuk lebih lama lagi “Pak datuk bangun kan juri kita kan sudah tekan MoU dengan Mr ai. Saya biarkan pak datuk. Ya ampuin saya tertidur lebih lama dan tak sempat melihat dua penampilan terdahulu. Saya hanya bisa melihat penampilan Dream High. Namun saat ada adengan romantic ya saya rekan dengan HP Nokia e63 saya, kemudian bakal saya unduh di youtube. Akhir akhir ini saya senang mendokumentasikan event evenyt kecil di youtube. 5 atau 10 tahun ke depan bakal jadsi sweet memory. Aktivitas anak anak saya di rumah dengan suaranya yang masih belum baligh juga saya rekan dan saya unduh. Nanti kalau suaranya udah gede kan saya atau mereka bisa mendengar suara dan fil jadul mereka. Hidup kan Cuma sekali dan sweet memory sangat berguna buat membentuk karaktar.
Lewat sedikit jam 5.00 sore ketua team juri (Mr Ai) mengumumkan the best actor, the actress, the best drama dan the best sutradara. Wah semua jadi dapat kebagian. Pokoknya semua siswa harus kita bikin fun dan enjoy.        
Sight seeing:
            Kegiatan kami di penghujung hari jum’at ini adalah jalan-jalan di Pekanbaru downtown. Kami semua menuju mesjid paling gede di kota bertuah ini. Seperti biasa saya senang merekam moment-moment menarik dengan HP saya, Nokia E63, HP royalty buku ha…ha..ha. Kemudian saya unduh di youtube. Nama saya udah beken di google sekarang.  Saya juga mencatat hal-hal kecil lewat note pada layar hape.
            Usai sholat maghrib kami menyebar. Buat sementara saya dan juga anak-anak berfoto foto dalam tebaran cahaya lampu merkuri, wahyu mercuri juga senang dengan lampu mercuri. Wah aku juga lupa diri dan anak-anak juga. Mr Ai…udah berteriak teriak dari samping mobil mata air. “Copek lah….katingga kalian….” Pak Yal juga memanggil kami. Nah lagi-lagi indiscipline dan kami melanggar janji. Mobil melaju hingga sampai pada sebuah persimpangan dan anak anak diturunkan , mereka main main ke mall SKA. Ya mungkin beli novel, beli buku, beli jus….atau mejeng.
            Jam 10.00 masih terasa senja. Anak anak yang tepat waktu undah pada tiba dan mereka disuruh pulang. Saying mobil mata air pecah ban. Beberapa anak lagi laki yang indiscipline terpaksa menunggu mobil mat air sampai baik bannya. Saya lihat “Arif, Irfan, Dedet, si Abank, Pahlevi..udah pada mengantuk, namun harus tabah menunggu perbaikan ban mobil. Akhirnya jam 11.00 kami sampai di tempat rendezvous lagi.
Saturday:
SMA Negeri Plus Riau
            Sabtu adalah hari yang indah, hari untuk bersenang-senang. Kami sudah punya re3ncana untuk mengunjungi dua sekolah: SMA Negeri Plus Riau dan SMA Negeri 8 Pekan Baru. Sengaja Pak Yal membawa mobil bagus bercat hitam melaju di depan dan diikuti oleh dua mobil pemda yang sudah berumur tua dan juga bus mata air. Jadi ada kesan untuk jaga citra. “Bayangkan kalau pergi dengan mobil carry yang di depan. Tentu akan tidak ada sambutan.
            Kami sampai di SMA Negeri plus jam 8.00 pagi dan kami bergabung dengan English avtivity. Sebelumnya kami disambut dengan music rebana ala melayu. Siswa kami juga bergabung dengan English day dan juga sempat menang dan memperoleh 3 bungkus reward, mungkin isinya kerupuk Palembang- but oke..for spirit dan persahabatan.  Bentuk acara englisg activity nya adalah ada English performance, sshort drama, quiz, song. Semua dikelola oleh siswa. Microphone siswa yang memegang dan guru serta kepsek hanya sekedar pemberi support saja. Kebiasaan ini sangat bagus untuk melatih kemandirian, tanggung jawab, saling menghargai, menumbuhkan keberanian siswa dan kerjasama semua siswa.
            Usai kegiatan English day, kami disambut lagi untuk meeting di ruang serba guna. Sebelum liputan profil sekolah, siswa juga  menyuguhkan puisi dan drama bahasa inggris. Untuk pelepas dahaga dan lapar, tuang rumah telah menyediakan snack dalam kotak. Siswa plus dengan lokasi cukup luas hanya mendidik sekitar 200 siswa kelas X dan kelas XI. SMA ini langsung dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Propinsi. Sebagai sekolah RSBI , ia sudah punya sekolah partnership di Jakarta dan juga di Tomohon, Sulawesi Utara. Visi sekolah ini adalah : Memiliki mindset internasional tanpa meninggalkan dasar melayu”.
            Sekolah ini memiliki ekskul akademik dan non akademik. Untuk discipline maka semua siswa memotong rambut cukup pendek dan juga dibina oleh seorang anggota TNI. Untuk mempertahankan prestasi, maka sejak awal rekruitmen, berdasarkan potensi awal anak anak dikelompokan atau dibuat pemetaan kemampuan akademik mereka. Selanjutnya setiap minggu ada program pengayaan dan pelatihan olimpiade hingga mereka sering memperoleh prestasi tingkat nasional dan internasional. Malah juga bekerjasama dengan universitas riau dan dengan alumni  untuk menjaga mutu.
            Habis melihat lihat beberapa lokasi dan bincang bincang dengan guru dan siswa akhirnya acara kami usai. Saya masih asyik ngobrol dengan siswa dari sekolah sana “Afdal Ghifari, Muhammad Ihsan dan Regi Andrean”. Memang di sana jumlah siswa laki-laki lebih banyak, karena asrama untuk laki laki juga lebih banyak.
            “Oh where is my bus…” Saya buru buru ke luar. Astaga saya hamper tinggal, karena mobil avanza pak datuk udah meluncur dan tiga bus yang lain sudah stand bye mau ke luar. Saya masuk ke dalam bus yang di tengah aja….good bye, au revoir.
SMA Negeri 8 Pekanbaru
            Perut kenyang siang itu dan yang enak adalah tidur, tapi kami ke sana bukan untuk tidur tapi untuk studi tour. Kami sudah diberi aba-aba oleh tour leader bahwa sore ini ada kunjungan sekolah SMA Negeri 8, dan tuan rumah sudah bersiap siap. Malah dua orang gurunya sudah datang ke hotel kami, persis saat siswa- afdal dan dua orang temannya latihan debat. Hurry up….semua naik mobil, kita menuju SMA Negeri 8 Pekan baru.
            Sekolah ini hanya beberapa menit saja dari hotel dan akhirnya mobil berhenti. “Wah sekolah apaan ini” Celetuk saya, “Kalau Cuma seperti sekolah wah ramai di Batusangkar”. Kami melangkah ke dalam. Rupanya sekolah sedang berbenah diri dan dekat aula ukuran kecil, mulai terasa suasana kehijauan sekolah dan taman sekolah.
            Sekolah ini berdiri tahun 1975 dan sudah berganti nama beberapa kali. Mulai dari SMPP 49, SMAN 6, SMAN 8, SMUN 8 dan kembali menjadi SMAN 8 Pekanbaru. Luasnya 4.8 hektar. Dengan 27 rombongan belajar. Semua peraturan siswa dibuat oleh siswa dan headmaster tinggal ACC saja lagi. Orang tua berpartisipasi menyumbang dalam bentuk barang, bukan uang. Pukul 6.45 pagar sekolah sudah ditutup. Guru dan siswa yang terlambat segera pulang (dilarang masuk).  
            Kalau SMAN 3 Batusangkar mulai PBM jam 7.15, itu sudah diklaim sebagai PBM paling cepat mulainya di Tanah Datar. Namun SMAN 8 Pekanbaru mulai beraktifitas jam 6.45 dan pagar sudah tutp. Guru terlambat ….pulang , siswa terlambat juga pulang saja. Hasil komitmen bersama. Bentuk disiplin yang lain terlihat dari cara berpakaian dan model rambut.
            Dikatakan oleh Kepala Sekolah dari sekolah tersebut bahwa kalau ada terjadi tawuran, yang paling bertanggung jawab adalah guru dan kepala sekolah. “Coba lihat….penampilan siswa yang senang tawuran, penampilannya pasti seperti preman: cara berpakaian, model rambut dan disiplin waktu. Maka segera ini ditertibkan sejak dari sekolah.
            Sekolah ini punya program kerja untuk taraf nasional dan juga taraf internasional. Program dibentuk dan dilaksanakan oleh tim kerja. PSB (penerimaan siswa baru) juga lebih awal. Saat ini (sebelum ada tahun ajaran baru) mereka sudah memiliki siswa baru dari siswa SMP yang terseleksi dan para siswa sedang mengikuti program martikulasi. Anak-anak perlu diajari disiplin dan tanggung jawab sebab hancur atau majunya peradaban tergantung dari ini. SEkarang yang membentuk karakter seorang anak/siswa adalah : Program TV yang dipilih, Majalah/bacaan, ICT, internet dan baru interaksi dengan lingkungan.
Kalau dahulu pembentuk karakter nasih sederhana. Pagi di sekolah, siang/ sore di rumah, sore di TPA dan malam di surau. Untuk memajukan karakter maka sekolah ini punya semboyan: buka mata, buka hati dan jaga amanah. Lingkungan sekolah penuh dengan poster poster dan pesan pesan moral yang dibuat oleh kelompok siswa.
Prestasi yang paling banyak di miliki oleh SMAN 8 ini adalah prestasi untuk level internasional. Apa rahasianya ? Ya lakukan kebersamaan, mencari informasi dan apa saja lomba mereka ikuti. Ini melibatkan kerja sama dengan orang tua dan orang tua di sana tidak memikirkan bagaimana kegiatan bisa gratis alias harus perbanyak ikhlas.
Dipesankan bahwa jangan memulai pekerjaan dengan masalah (Ambo ingin ikut…tapi….) jauhkan kata kata “takut dan tapi”. Namun mulailah pekerjaan dan kegiatan dengan solusi. Info tentang sekolah ini bisa diperoleh pada http://www.sman8.org
SMAN 8 dibantu 99 % oleh orang tua. Kalau demikian sekolah ini lebih baik lepas dari status negeri dan menjadi swasta aja (kata kepala sekolahnya). SPP di sekolah ini, untuk kelas X (sepuluh) sebesar Rp. 200 ribu, dan kelas XI dan XII (sebelas dan dua belas) sebesar Rp. 150 ribu. Dan ternyata guru guru dan kepala sekolah di SMA unggullan berkarakter sabar, ikhlas, suka berbagi pengalaman dan ilmu, penuh senyum dan ceria selalu.
Untuk sparing partner, diadakan debat bahasa Inggris antara SMAN 8 Pekanbaru dan SMAN 3 Batusangkar. Di batusangkar para siswa SMAN 3 Batusangkar tentu saja merasa the best. Namun ternyata di atas langit ada lagi langit. Selama debat siswa dari pecan baru tampak bersemangat, bukan karena mereka sebagai tuan rumah, namun karena mereka lebih percaya diri, punya wawasan luas dan jam terbang berlatihnya lebih lama.
Pembinaan bahasa Inggris oleh David (berasal dari Amerika Serikat), mungkin bantuan tenaga ahli dari aminef yaitu kerja sama Indonesia dan amerika, telah berkontribusi dalam peningkatan kualitas bahasa Inggris anak anak di sana. David mengatakan bahwa kegiatan debate sangat bagus dalam mempertajam cara berfikir kita. Kegiatan positif untuk bahasa Inggris dsana adalah “kegiatan menggubah lagu berbahasa Inggris dan juga musikalisasi berbahasa inggris. 
Wah tidak terasa, tiga hari terasa pendek untuk melihat pengalaman pengalaman sukses dari orang. Saya kira melihat dan bertukar pikiran tentang bagaimana cara sukses lebih baik dari  membaca satu kilo buku motivasi tapi tanpa aksi. Aktivitas berakhir, kami kembali menuju hotel dan malamnya ada kesempatan terakhir untuk sight seeing. Satu dua siswa dan juga guru memanfaatkan kesempatan untuk silaturahmi dengan handaitolan mereka. Saya juga mengunjungi family dan bermalam di jalan Cik ditiro.
Au Revoir Kota Bertuah:
            Saya sarapan pagi dengan sepiring nasi goring di tempat family. Memanfaatkan moment yang sempit untuk menjepret jempret foto. Soalnya esok tak muingkin bisa mengabadikan event yang akan berlalu lagi. Jam 7.30 pagi saya diantar kembali ke hotel. Wow…aku terlambat, anak anak sudah pada menenteng tas mereka kea rah bis. Saya buru-buru berkemas. Dan setelah menit juga bisa beres.
            Tour leader mengajak kami untuk istirahat sejenak ke lokasi mesjid raya – masjid Annur- di pusat kota Pekan Baru, katanya Zahratul aina belum tiba dari rumah familinya. Kami sholat dan juga membuat acara perpisahan kelas. Dari tigas kelas tersebut, Buk yani Jago sekali menyentuh kalbu siswanya..anak anak perempuan air mata mereka mudah tumpah ke bumi. Habis iitu mereka tertawa kembali.
            Nah itu….zahratul sampai dengan taxi roda dua, dan semua naik bis melaju menuju daerah luak nan tuo nan tercinta. Cuma ada acara beli oleh oleh di Kampar, yaitu membeli keripik nenas dan nenas. Saya cuga mencicipi kerupuk nenas….habis beberapa keeping. Namun perut terasa mules (mungkin saat itu kurang pas untuk selera) dan pingin mencari toilet. Saya masuk obil lagi untuk menenangkan perut. Ternyata tubuh kita bisa ditenangkan hingga bis berhenti di pool. Saya Cuma membeli oleh oleh “pias kacang, kerupuk- wah zat pewarnanya banyak. Dimakan tiap hari bisa rusak ginjal”.
            Habis makan malam dan juga setelah sholat maghrib (dijamak dengan isya) mobil meluncur menuju Kabupaten limo puluh kota, Payaklumbuh. Dan saya dengar anak anak dan juga guru sudah kontak lagi dengan orang orang tercinta yang akan menjemput mereka.
Sense Ayu…berfikir dalam berbicara dalam bahasa Jepang dialek Ibaraki. Saya tidak mengerti namun diperkirakan berarti “Jemput aku bang di simpang piladang aja, mobil ku mobil pemda…ya tigabelas kilometre lagi”. Pas dekat simpang Piladang saya lihat sudah ada seorang Pria dengan tubuh tegap, tingginya sama dengan Ade Ray dan juga atletis. “Itu kakak ayu…uncle”. booooom…bis melaju dibawah guyuran hujan. Untung memasuki Sungai Tarab dan Kota Batusangkar hujanpun reda. Bis kami berhenti dan sebagian orang tua menyambut anak mereka. Anak anak kost disambut oleh doa sahabat dan doa orang tua mereka dari rumah. Saya juga pulang bareng dengan bis mata air hingga pukul 12.00 mid night saya juga sampai di GAS- Griya Alam Segar. Alamnya memang segar dan sejuk. Perjalanan studi tour kali ini pasti telah membuat kenangan termanis dalam diri kami terutama dalam sweet memory siswa siswi SMA Negeri 3 Batusangkar. Sweet memory….sweet memory. (Ditulis oleh; Marjohan Usman, M.Pd     http://penulisbatusangkar.blogspot.com