Meninggalkan jejak

Oleh: Iyanahs

Terkadang orang mengatakan apa gunanya kamu menulis kalau tidak ada yang membacanya. Sempat terpikirkan olehku, jika menulis di buku atau blog pribadi haruslah tentang apa yang orang sukai agar orang itu mau membacanya. Ada banyak advice yang ku terima, agar menuliskan sesuatu yang selalu di cari orang dalam search engine. Itu semua agar blogku ramai dikunjungi orang, aku sempat terprovokasi menuliskan sesuatu seperti yang diinginkan orang.

Hasilnya memang benar dan ramai dikunjungi orang, tapi lantas apa yang ku dapatkan?

Sekian lama aku tidak menjamah blogku lagi, menelantarkannya, bahkan sekarang telah menghapusnya. Memang arti menulis adalah untuk kemudian di baca oleh orang lain. Tapi sebuah advice yang telah memprovokasiku, sejatinya telah menjauhkan aku dari tujuan dan alasan mengapa aku menulis.

Sekarang aku kembali menulis, walaupun terkadang sedih karena pembacanya yang kurang. Tapi, aku menyadari bahwa aku menulis karena aku ingin merefleksikan diriku. Tidak perlu banyak yang membacanya asalkan orang yang kemudian membacanya nanti juga membaca jejakku, mengenaliku, memahamiku seperti bagaimana aku menuliskannya. Cukup dengan menulis, ada yangmembaca ataupun tidak, yang jelas aku telah menitipkan jejak langkahku saat nafas masih memenuhiku.

Kelak tulisan itu akan menjadi warisan untuk anak dan cucuku nanti – tidak berharga dalam nilai ekonomis, memang – tapi setidaknya aku dapat bercerita pada mereka dan mereka dapat mengenali wanita biasa yang meninggalkan jejaknya ini.