Terumbu Karang Sehat, Ikan melimpah. Masyarakat?

Oleh: Yasher Sakita
 
Saat ini, kemiskinan menjadi salah satu potret nelayan khusunya mereka yang hidup di pulau-pulau kecil. Seperti halnya pulau-pulau lain di indonesia, Pulau Kapoposang yang terlekat di Kabupaten Pangkejene dan Kepulauan (Sulawesi Selatan) juga memiliki potret yang sama. Terbatasnya informasi, sarana pendiddikan dan kesehatan yang minim, dan susahnya aksesibiltas menuju pulau Kapoposang menjadi potret awal saat memasuki pulau Kapoposang. Hidup ditengah potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah ternyata tidaklah menjamin kesejahteraan masyarakat di pulau ini. Saat berada di pulau Kapoposang, Aku menyempatkan berdiskusi bersama beberapa warga di Pulau ini. ”Pak.. harapan masyarakat disini sebenarnya sederhana” sapa salah seorang warga kepadaku. Dia kemudian menunjukkan tulisan yang terpanjang di baju salah satu warga lainnya. Tulisan itu tepat berada dibawah logo bergambar ikan dan dua orang penyelam yang dilingkari dengan tulisan Coral Reef Rehabilitation and Management Program.  “Tulisan yang mana Pak”.. sapaku kembali. “Itu logonya Korme’, Terumbu karang sehat ikan melimpah, jawabnya dengan dialeg yang kental dengan pengaruh Bugis. Harusnya perlu ditambahkan jadi Terumbu karang sehat, ikan Melimpah, Masyarakat?… Ucapan itu kemudian dilanjutkannya, “kalau bisa meqi jawab itu tanda Tanya yang dimasyarakat, itu me yang kita harapkan disini”
Sungguh, Bagiku ini adalah sidiran halus namun, sangat mendalam. Sebuah harapan sekaligus kritikan bagi kita semua utamanya Kementrian Kelautan dan Perikanan. Mereka memberikan pertanyaan sekaligus menunggu jawaban. Harapan mereka seakan terbungkus oleh tanda tanya. Mereka tidak lagi membutuhkan janji dan tidak juga mengajukan harapan. Mereka ibarat sebuah pertandingan bola yang tanpa jelas status antara pemain dan penonton. Kadang-kadang mereka menjadi pemain, kadang juga mereka sebagai penonton dilapangan sendiri. Ini adalah secuil proyeksi masyarakat pulau yang muak akan janji-janji dan kebosanan menunggu harapan. Kapan jawaban itu aka ada? dan  siapa yang akan menjawab?