For Us All

For Us All
Oleh : Just_AuthiZ

Apa yang salah di detik-detik akhir kebersamaan???
Sehingga semua tampak apatis

Tidak-kah ketika salah hendaknya mengingat kebaikan
Begitu pula jika bahagia janganlah lupa dengan semua kekurangan….
Itu nasehat yang dituturkan oleh pendidik terbaik-ku

Tetapi seberapa banyak yang otaknya masih bersuhu nol derajat
jika hati sudah mencapai titik didih???
Ketulusan masa lalu akan dikali nol dan hasilnya nol besar
Bahkan akan dihapus dari daftar pergaulan
Serupa dengan men-delete dalam drama pertemanan facebook
Tentor favorit-ku berujar sambil lalu
“Begitulah manusia, ketika ketersinggungan perasaan dan harga diri
bertamu tanpa diundang tak ada sesuatu kebaikan yang dibenarkan
Bahkan hak untuk membela diri ditolak sebelum sempat diajukan. “
Tak ada vonis lain kecuali “dia yang salah”
Eksekusi silaturrahmi menjadi hukuman setimpal

Di awal,,,pihak yang bertikai saling mengklaim diri benar
Entah karena refleksi atau hal lain,, mereka mulai merasa kehilangan
Namun tak ada yang berinisiatif untuk mengirimkan sebuah kata “Maaf”
Maaf adalah kata yang hanya terdiri dari empat huruf
Menggambarkan penyesalan, tetapi sulit diucapkan apabila
Bibit gengsi tertanam dalam hati

Hingga akhirnya,,,hanya berupaya menyampaikan dengan senandung berbagai tembang
Saya teringat dengan musik Bernafas Tanpamu milik Lyla
Mungkin itu bisa menjadi salah satunya

Fiiiiuuhhh,,,mungkin ada yang merasa saya XL (eXtra Lebay)
Up to you-lah….
Harap ku hanya satu,,,ada hal yang dapat dipetik dari sini
Menjadi sebuah lauk dalam bekal materi
Untuk dirubah menjadi energi saat beraktivitas dengan kenyataan