Dia/Diah

D!@ /Dish

Part I

Oleh:lank sing

Bukan…..
Tapi sangat jelas terpampang dipapan kalau itu adalah dia.
Bukan…..
Apakah aku mulai rabun, tapi menurut doktter mataku masih normal-normal saja. Ah..munkin itu halusinasiku saja, atau munkin karena aku selalu menginginkan hal-hal yang jelas-jelas tidak bisa aku capai. Dengan hati yang tak karuan aku berusaha melangkahkan kaki ini meski terasa berat sekali seakan kaki ini mengangkat beban berton-ton. Udarah diluar sangat cerah. Burung-burung bernyanyi yang diiringi angin sepoi-sepoi. Aku menatap ke atas memandangi langit biru yang dilukisi awan putih. Mencoba memejamkan mata ini seakan aku sedang berada di tempat yang jauh dari keramaian. Alangkah besar kuasa-mu Tuhan kau telah menciptakan seluruh isi jagat raya ini, badan sekecil ini takkan mampu menjangkaunya. Aku ingat ketika Ris bercerita tentang seorang laki-laki yang ia kenal di restoran Cina. Ketika dia sedang asyik bercanda dengan teman kntornya tanpa sengaja ia melihat seorang laki-laki dengan pakaian yang agar aneh, tapi menurut remaja sekarang lagi trend. Laki-laki itu duduk sebelah kiri pintu masuk. Tanpa dia sadari …

…ternyata cowok itu dari tadi memperhatikannya, dengan wajah yang malu-malu Ris tersenyum pada laki-laki itu, beruntungnya senyuman Ris dibalas mesrah oleh laki-laki itu. Seminggu setelah kejadiian itu Ris mulai melupakan laki-laki itu dan jarang membicarakannya lagi dan menjalani aktivitasnya seperti biasa tanpa dibayang-bayangi oleh sesosok laki-laki aneh tapi lumayan keren menurut Ris.
Datara kota yang semakin hari semakin ganas, bagaikan singa yang siap menelan mangsanya. Membumbung diatasnya langit yang tak bersahabat, matahari yang sangat dekat dengan bumi seakan membakar kulit. Pancaran cahayanya menyinari seluruuh kota ini, itulah kebesaran tuhan yang seakkan-akan menjadi boomerang bagi sebagian orang. Memandang langitpun aku tak sanggup apalagi menjangkaunya. Hati ini tanpa henti-hentinya memuji kebesaran Sang Pencipta yang telah menciptakan manusia dengan berbagai karakter terutama aku yang mmenuruut teman-teman memiliki sifat yang lembut, penyayang, keibuan, pokoknya beda dari mereka yang taunya Cuma mempedulikan kesenangannya sendiri tanpa mau tau penderitaan orang lain. Tapi bukan bberarti mereka tidak perna mempedulikan aku. Memang sih rasa tenggang rasa mereka terhadap esame kurang tapi dia peduli kok sama sahabatnya terutama aku. Munkin aku yang pintar sembunyiin kekurangan atau dasar merekanya yang bego sih! Mereka ngak tau yah kalau aku itu punya kebiasaan buruk yakni malas mandi. Kalau libur ibu sering memarahi aku gara-gara malas mandi, katanya “cewek kok malas mandi, mau jadi apa kamu nanti?”. Ini sudah pukul 11.00 dan ada janji sama Ris dan sepupunya kettemuan direstoran, tapi badanku terasa dingin sekali kalau kepikiran untuk mandi. Dengan hati yang diselimuti kata MALAS aku coba melangkah ke kamar mandi. Hand phoneq berbunyi ternyata sms dari Ris,dia sudah sampai direstoran. Buru-buru aku berpakaian, entah baju warna apa yang aku kenakan!aku kurang memperhatikannya. Tas berwarna hitam yang telah aku siapkan tadi malam tdk jadi kubawa, aku cuma memakai tas kecil yang hanya muat untuk benda-benda kecil. Takut mengingat mukanya Ris kalau lagi marah karena menunggu. Beruntung ketika aku sampai disana dia memasang wajah yang bersahabat, jadi aku ngak kena marah lagi deh dari nenek sihir yang marah karena sapunya hilang.
Setelah acara makan siang direstoran selesai, Ris dan sepupunya lansung pulang tapi aku masih ingin menikmati suasan diluar rumah. Entah kenapa hari ini aku tidak ingin buru-buru pulang. Sore ini begitu indah, matahari yang tadinya bagaikan binatang buas sekarang berubah seperti bola kecil yang pancaran sinarnya menyejukkan hati. Sentuhan lembut dipipi, bisikan anging yang mengantarku kepada kedamaian. Aku bagaikan bayi yang baru lahir dari rahim ibunya, belum mengenal yang namanya kehidupan dimana manusia dan serangkaian yang ada dibumi saling melengkapi. Bagiku saat ini kehidupan itu abadi dimana kita bisa berbicara, melihat, tertawa, menangis bahkan jatuh cinta, seperti yang sering dialami oleh semua orang dan kisah Juliet yang rela mati agar dia selalu bersama Romeo dalam novel Romeo and Juliet. Tiba-tiba lamunanku pudar oleh bunyi hand phoneq. Tidak ada namany, aku mengangkat telpon dengan nada yang lembut.
assalamu alaikum, dengan siapa?”tanyaku dengan penasaran.
walaikum salam, ini Diah kan?aku dapat nomormu dari Ris”
“iya, ini dengan siapa yah?”.
“masa kamu sudah lupa!ini aku Dani teman SMA kamu dulu.
Hari ini cuaca tidak begitu panas tapi keringatku bercucuran, badanku serasa merinding. Cowok yang menelponku tadi Dani. Dani teman SMA yang satu bangku denganku sekaligus orang selama ini aku kagumi. Bagiku tak ada cowok yang sekeren dan sepintar dia di sekolahku.
“hallo……..!
Lamunanku buyar tentang masa SMA dulu “iya halo, ada apa Dan?tumben nelpon, ada yang penting yah!”.tanyaku dengan tangan gemetat memegang telpon.
kamu ada acara ngak!besok kita ketemuan yah, itupun kalau kamu mau!”
“oh itu!iya aku ngak ada acara kok, kita ketemuan di taman besok jam 9,ok!”
“oke deh, aku tunggu yah!bye……”.
BERSAMBUNG….