Bunuhlah Anak Lewat Pemberian Makanan “Cepat Saji”

Bunuhlah Anak Lewat Pemberian Makanan Serba Instant

Jam 6 pagi tadi tetangga kecil sy meninggal dunia, “bocor ginjal” begitu menurut diagnosa dokter. Usianya, hanya terpaut setahun dengan Raafi anak saya. Jika anda melihat kondisi si kecil ketika di kafankan, maka anda akan sama dengan saya… air mata yang tidak akan terbendung.

Tapi, kematian si kecil bukan dalam waktu sekejap, untuk beberapa tahun si kecil hidup dengan wajah kekuningan dan badang gemuk akibat ginjal yang tidak mampu lagi menyaring partikel2 kotor dalam darah.
Sy mencoba mencari tahu penyebab nya: “makanan siap saji” Begitulah para tetangga yang prihatin melihat pola makan si kecil. Mulai dari mie, nuget, dan semua yang mengandung bahan pengawet. Hari demi hari si kecil yang tidak tahu tentang bahaya makanan-makanan ini memakan dengan lahab nya.. “Enak mak, …” nambah lagi ya… Si ibu yang “ingin cepat menyajikan makanan” senang melihat anaknya makan banyak.

Tapi, apakah ini kasih sayang ibu? ataukah dia terlalu malas untuk memasak demi buah hati yang telah dikandungnya. Ya Allah, tega sekali…. Bukan karena uang dia sanggup membeli semua makanan yang “mewah” atau demi “makanan yang melambangkan status”… “Hallooo, mas coba kirim *** untuk anak saya ya…” atau “Haloo, mas saya pesen *** ini ya…”

Duhai si kecil, kamu hampir sama dengan anak saya Raafi dan Azra, … yang pasti memakan apa yang diberi orang tuanya… atau racun sekalipun apabila anda sebagai orang tua yang memberikan, pasti kamu makan jua.. bahkan Si kecil tidak akan meragu, bahkan mengatakan racun yang dimakannya begitu lezat, “enak bu….”

Dosa siapa ini, sehingga keinginan orang tua untuk memudahkan hidup mereka, justru membuat kesakitan bagi anaknya… Orang tua ingin hidup keluarga menjadi mudah, … tapi apakah kemudahan ini justru mempersulit hidup anak? atau anakkah yang harus menanggung akibat dari perlakuan orang tuannya…. Jikalau anak yang harus menanggung derita, maka balikkanlah dunia untuk si anak berlaku sebagai orang tua…

Saya, anda, mempunyai anak, … atau saya dan anda adalah anak dari seseorang… bayangkanlah. ..

Astagfirullah ya allah……. ampunilah kami….

Selamat jalan Muhammad Haikal Al farisi, … sy tidak pernah ada dalam kehidupan kamu, tapi sy begitu mencintai kamu … sebagai bagian dari hidup kita sebagai anak… kamu makhluk kecil, .. dan saya pun pernah menjadi makhluk yang kecil… disanalah kita sama. … yang membedakan diantara kita adalah … perlakukan orang tua kita masing-masing. .

Ya allah terima kasih memberikan saya orang tua yang baik, dan seperti mereka, jadikanlah saya orang tua yang baik bagi anak-anak saya, begitupun anak-anak saya di kemudian hari… Amiiin

Diantara sesak air mata,

Jakarta, 31 Maret 2010

Herri..